[Latest News][6]

Family Photography
Feature Perjalanan
Foto Keluarga
Foto Prewed
Landscape Photography
Night Photography
Pantai Tagaule
Photography Wedding
Potrait Photography
Spot Foto Bogor
Spot Foto Keluarga Terbaik
Spot Foto Prewed
Spot Foto Sukabumi
Spot Foto Terbaik Jayapura
Spot Sunrise terbaik

Translate

Semalam di Singapura Bagian 2

Panorama Gedung Victoria Theatre yang Mempesona

Penulis: Mihardo Saputro

Pada tulisan saya sebelumnya, “Semalam di Siangapura Bagian1,” saya sudah menceritakan bagaimana perjalanan saya sampai di Jubilee Bridge hingga bertemu dengan tiga dara sesama orang Indonesia dari Sumatra di Singapura. Saya juga pernah lama di Sumatra Utara, tepatnya di Pulau Nias. Kebetulan salah satu dari mereka juga berasal dari Pulau Nias. Entah kebetulan atau tidak, yang jelas kita jadi merasa senasib-sepenanggungan di Negeri Singa ini.

Baik, saya akan lanjutkan cerita saya. Setelah pamit kepada mereka untuk pergi mencari foto landscape, tak jauh dari Jubilee Bridge, tepatnya di seberang Hotel Fullerton dan Jembatan Anderson, saya melihat bangunan kuno bergaya kolonial Inggris yang menjulang tinggi dimana dua bangunan dan menara dengan jam besar di tengahnya disatukan oleh koridor umum. Desain yang indah, unik dan menarik membuat saya tertarik untuk mendekat, ternyata bangunan itu adalah Victoria Theatre.   

Victoria Theatre adalah bangunan yang sudah ada sejak tahun 1862 dan awalnya digunakan untuk pameran hasil karya seni masyarakat, baik itu karya seni lokal maupun internasional. Seiring perkembangan zaman Victoria Theatre juga mengalami perubahan di berbagai hal, termasuk juga penambahan luas bangunan serta ruangannya. Meskipun telah melakukan renovasi, Victoria Theatre tetap mempertahankan unsur-unsur budaya yang ada sehingga tetap menarik untuk dikunjungi. Dan saya sangat beruntung malam ini ada di sini.

Tak ingin menyia-nyiakan waktu sayapun bergegas mencari angle yang menurut saya bisa membuat foto ini menjadi luar biasa. Alhasil beberapa angelpun saya coba. “Wow, Amazing!” ujar saya dalam hati setelah melihat beberapa foto yang baru saja saya ambil. Ketika saya rasa ini cukup, sayapun menyebrang menuju Jembatan Anderson dan menyempatkan diri  mengambil beberapa foto jembatan ini. “Lumayan buat tambah-tambah koleksi Night Fotography saya,” gumam saya lagi.

Hotel Marina Bay Sands dan Langit Pagi yang Menawan

Mengingat waktu sudah menunjukan pukul 04.30, sayapun memutuskan untuk kembali lagi ke Jubilee Bridge. Saya tidak ingin ketinggalan momen yang paling saya nantikan; Mengabadikan Hotel Marina Bay Sands dengan balutan sunrisenya yang menawan. Akhirnya, sedikit tergopoh-gopoh sayapun bisa kembali tiba di Jubilee Bridge sekitar pukul 04.40. Saat itu saya lihat langit di atas Marina Bay Sands sudah menyemburatkan warna kuning keemasan pertanda sebentar mentari akan segera menampakaan wajahnya.

Situasi di sekitar Jubilee Bridgepun tidak seperti  malam tadi ketika saya tiba di sini. Sekarang di setiap sudutnya tampak para pengunjung yang berlomba-lomba mencari posisi terbaik untuk berfoto di sini. Ada yang berswafoto dan ada juga yang meminta teman, pacar atau saudaranya untuk mengambilkan foto. Saya tidak begitu mempedulikan mereka, karena saya sendiri masih binggung mencari posisi terbaik guna mendapatkan angel yang tepat untuk kamera saya.

Beruntung sekali orang di depan saya memberikan tempatnya untuk saya bisa menjejakkan tripod saya di situ. “Mungkin dia pikir saya adalah fotograper profesional, jadi dia memberikan tempatnya untuk saya,” itu pikiran kocak saya saat itu. Tak mau menyia-yiakan, sayapun segera sibuk dengan ISO, shutter speed dan aperture di kamera saya sehingga untuk beberapa saat lamanya saya tidak menghiraukan situasi di sekeliling saya, tentunya tidak dengan Hotel Maraina Bay Sands dan langit pagi di atasnya.

Dau jam – kurang-lebih – saya bergelut dengan kamera saya untuk mengabadikan keindahan Marina Bay Sands berikut sunrisenya. Buat saya ini sudah cukup dan saya bersyukur kepada Tuhan karena masih diberi waktu untuk menikmatinya. Akhirnya, walau kembali jalan kaki, saya dapat berjalan dengan perasaan puas dan senang karena satu malam saya di Singapura tidaklah sia-sia, ada jingga dan Marina yang bisa saya bawa pulang ke Indonesia.

1. Foto Gedung Victoria Theatre Tampak Depan Saat Malam



2. Foto Gedung Victoria Theatre Tampak Samping Saat Malam



3. Foto Gedung Victoria Theatre dan Lampu Jalan Saat Malam



4. Foto Jembatan Anderson di Seberang Gedung Victoria Theatre 



5. Foto Hotel Marina Bay Sands di Pagi Hari



6. Foto Gedung The Esplanade Diambil dari Jubilee Bridge



7. Foto Hotel Marina Bay Sands di Pagi Hari



8. Foto Seorang Fotograper Mengabadikan Hotel Marina Bay Sands di Pagi Hari



***

About Author Mihardo Saputro

This blog is a representation of my work in the fields of photography, videography and also musics.

1 comment

  1. Without such device supplies, it is tough to see a big market rising, though specialist purposes will no doubt appear. Machining, drilling, or milling operations that produce chips must guard in opposition to chip ignition and burning. Copious coolant together with heavy feeds and gradual speeds are beneficial. Machining, sawing, drilling, or milling Shower Caps for Women operations should be done with some care as the turnings and cuttings readily ignite. Welding should be done in an inert atmosphere of vacuum to forestall oxidation and burning.

    ReplyDelete

Wikipedia

Search results

Start typing and press Enter to search